Menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 10 tahun 2018 tentang Peluncuran Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi ke Dalam Sistem Informasi Kepegawaian Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2018, seluruh aparatur PA Tarutung melakukan “Nobar” acara tersebut diruang tunggu PA Tarutung melalui Chanel Mahkamahagunglive pada tanggal 20 Desember 2018 jam 8.30 WIB

Dalam Arahannya Ketua Mahkamah Agung Prof Dr. Hatta Ali, S.H., M.H mengingatkan ada 4 hal utama yang menjadi kriteria untuk sebuah aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian yang ideal

  1. Kemudahan Akses. Mengingat Mahkamah Agung mempunya 31.000 karyawan dalam 4 lingkungan Peradilan dan 3 Badan pada Mahkamah Agung dalam mengakses seluruh SDM tersebut Aplikasi harus mampu mempermudah mencari informasi sehingga cukup dengan satu aplikasi informasi tersebut didapatkan
  2. Kecepatan dalam informasi akan mendukung kecepatan dalam pengambilan keputusan dan melayani dengan cepat tanpa harus menunggu berkas.
  3. Ketepatan Informasi / Akurasi dan tervalidasi sehingga meminimalkan kesalahan bahkan mungkin 0% kesalahan, selain itu ketepatan kompetensi seseorang dengan jabatan yang akan ditempati juga harus dapat dijawab dalam aplikasi
  4. Keamanan dalam mendapatkan dan menyimpan informasi, “Transparan tapi juga harus Aman”

Selanjutnya Ketua MA menjelaskan bahwa Mahkamah Agung Sudah 3 tahun lalu telah meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) MA yang sampai sekarang telah mengalami evolusi dan perkembangan SIKEP MA menjadi terintegrasi dan komprehensif dan tonggak transformasi di MA.

Kemudian Ketua MA yang mengawali tugas sebagai Hakim di PN Sabang tersebut melakukan Simulasi dengan login menggunakan akun Ketua MA melalui perangkat HP pribadinya. Ketua MA kemudian melakukan akses mengenai data pribadi, statistik Karyawan dengan mengambil sampel Pengadilan Negeri Sabang dan berdasarkan aplikasi tersebut dapat dibaca PN Sabang saat ini hanya mempunyai 3 orang hakim yaitu 1 Ketua, 1 Wakil Ketua dan 1 orang hakim.

Hal ini tentunya berbeda saat Ketua MA bertugas di PN Sabang pada tahun 1984 lalu dimana saat itu terdapat 7 orang Hakim “ ini menunjukkan bahwa Mahkamah Agung memang kekurangan hakim sehingga perlu di tambah” terangnya.

Tidak lupa Ketua MA mengajak kepada seluruh aparatur Peradilan untuk mengucapkan Terimakasih kepada satgas Sikep atas perjuangannya kepada Mahkamah Agung menuju ecourt excellent.

Dan akhirnya secara resmi Ketua MA meluncurkan SIKEP “Dengan mengucap Bismillah SIKEP MA 3.1.0 “Satu Sistem untuk Mahkamah Agung resmi saya luncurkan” (admin Alfian Hutagalung)

Pengunjung
005554
Users Today : 12
Users Yesterday : 21
This Month : 494
This Year : 3924
Total Users : 4298
Views Today : 15
Total views : 16445
Who's Online : 1