Menjelang Keberangkatan ke Riyadh, Peserta Pelatihan Hakim Ekonomi Syariah Terima Pembekalan dari Pimpinan Ditjen Badilag MA RI

Jakarta, pa-tarutung.go.id: Menjelang keberangkatan ke Riyadh, dalam rangka mengikuti program Pelatihan Hakim Ekonomi Syariah pada Higher Judicial Institute, Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi, Ketua Pengadilan Agama (PA) Tarutung Dr. Handika Fuji Sunu, S.H.I., M.H. dan peserta lainnya mengikuti pembekalan dari Pimpinan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI (Ditjen Badilag).
Kegiatan pembekalan tersebut dilaksanakan di ruang Badilag Command Center, Gedung Kesekretariatan Mahkamah Agung RI, Jakarta, Jumat (30/01). Pembinaan dan pembekalan disampaikan oleh Pimpinan Ditjen Badilag, diantaranya Sekretaris (Sesditjen) Badilag, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama (Dirbinganis) dan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama (Dirbinadmin).
Dalam pembekalannya, Dirbinganis Badilag Dr. H. Candra Boy Seroza, S.Ag., M.Ag. menekankan bahwa para peserta tidak hanya membawa kapasitas personal, tetapi juga membawa identitas institusi dan bangsa kita. “Keberadaan kita adalah representasi dari bangsa kita yang memiliki ciri khas ketimuran, oleh karena itu tetap jaga identitas budaya bangsa kita yang sopan, santun dan beradab,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya penguasaan substansi hukum ekonomi syariah yang aplikatif dan kontekstual. Menurutnya, pemahaman terhadap praktik peradilan modern menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. “Praktik baik implementasi Kepailitan dan Niaga Syariah menjadi poin penting yang harus dikuasai oleh para peserta diklat ekonomi syariah tahun 2026. Maksimalkan maktabah kampus dan sarana lain yang luar biasa di sana untuk menunjang proses belajar”, tambahnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan teori, tetapi juga pada penguasaan praktik terbaik (best practices) yang relevan dengan perkembangan hukum ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Sesditjen Badilag Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M. menekankan agar para peserta meniatkan keikutsertaan dalam pelatihan dengan ikhlas untuk belajar serta mengoptimalkan kesempatan yang tidak diperoleh oleh semua hakim. Ia juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan sikap dan budaya di luar kelas dengan kebiasaan setempat, menjaga performa dan penampilan termasuk penyesuaian kostum, serta bersikap bijak dalam bermedia sosial, mengingat tujuan utama keikutsertaan dalam kegiatan ini adalah untuk studi.
Pembekalan terakhir disampaikan oleh Dirbinadmin Badilag Sutarno, S.I.P., M.M. menegaskan pentingnya memperkuat niat mengikuti pelatihan sebagai bagian dari ibadah agar ilmu dan manfaat dapat diperoleh secara optimal. Ia juga mengingatkan para peserta untuk senantiasa menjaga sikap dan etika, baik di dalam maupun di luar kelas, dengan menjunjung tinggi nilai “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Selain itu, pemanfaatan media sosial diharapkan dilakukan secara proporsional sebagai wujud kecerdasan digital, sehingga hasil pelatihan dapat bermuara pada terwujudnya putusan hakim yang mampu menjawab tantangan sengketa ekonomi syariah yang semakin kompleks dan dinamis di Indonesia.
Kegiatan pembekalan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda resmi pelepasan peserta pelatihan. Diharapkan, setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan di Riyadh, para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh guna meningkatkan kualitas penanganan perkara ekonomi syariah di lingkungan Peradilan Agama di Indonesia.
(Tim Media PA Tarutung, dilansir dari Divisi Publikasi Diklat Riyadh 2026)




